<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Animusparagnos</title>
	<atom:link href="http://animusparagnos.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://animusparagnos.wordpress.com</link>
	<description>Kesetaraan Gender Adalah Sebuah Eksistensi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 04:59:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='animusparagnos.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c9b865f894bf07c8c2c77203e21a194d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Animusparagnos</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://animusparagnos.wordpress.com/osd.xml" title="Animusparagnos" />
	<atom:link rel='hub' href='http://animusparagnos.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KEKERASAN SEKSUAL DAN RASIONALISASI LAKI-LAKI BERBASIS GENDER</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2012/01/13/kekerasan-seksual-dan-rasionalisasi-laki-laki-berbasis-gender/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2012/01/13/kekerasan-seksual-dan-rasionalisasi-laki-laki-berbasis-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 04:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[jender]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[paradigma]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Tersinggung rasanya membaca thread sebuah forum terkait dengan perempuan dan pakaiannya, dan mengenai hubungan pakaian dengan kasus pemerkosaan. Padahal baru &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2012/01/13/kekerasan-seksual-dan-rasionalisasi-laki-laki-berbasis-gender/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=769&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tersinggung rasanya membaca <em>thread</em> sebuah forum terkait dengan perempuan dan pakaiannya, dan mengenai hubungan pakaian dengan kasus pemerkosaan. Padahal baru saja beberapa waktu lalu kita mendengar komentar yang tidak mengenakan dari beberapa orang  berkenaan dengan kasus serupa (silahkan diingat-ingat kembali).</p>
<p>Kita semua mungkin sudah mendengar kasus kekerasan terhadap perempuan yang akhir-akhir ini meningkat, terutama kasus pemerkosaan dengan kenaikan sebesar 13,3 persen untuk wilayah Jakarta saja (sumber: republika.co.id). Menurut komnas perempuan malah kasus pemerkosaan menempati peringkat pertama yang sering terjadi, dengan jumlah korban sebesar 4.391 perempuan alam kurun waktu 1998-2011 (sumber: beritabatavia.com)   Lebih miris lagi, membaca atau mendengar komentar-komentar bernuansa “pro” terhadap tindakan pelaku, dengan meletakkan penyebab tindakan tersebut pada perempuannya dan pakaian yang dikenakannya. Saya pikir akan ada revolusi paradigma, tetapi kenyataannya adalah evolusi, bukan revolusi. Artinya, masih membutuhkan waktu yang akan sangat lama.</p>
<p>Fashion dari zaman ke zaman selalu berubah. Arus perkembangannya amat sulit untuk dibendung, hanya kesiapan individulah yang mampu menjadi benteng. Dahulu perempuan Indonesia yang awalnya berpakaian tanpa penutup dada, hanya mengenakan lembaran kain, tabu menggunakan celana, sampai akhirnya berkebaya modern, mengenakan <em>crop jacket</em>, sampai akhirnya hotpants mulai nge-<em>trend</em> lagi. Media yang memiliki andil sangat besar, menjadi penentu <em>icon</em> fashion, dengan target kaum perempuan sebab perempuan juga menjadi objek media.</p>
<p>Ini adalah bahasan lama, sejak pantat saya masih duduk di bangku sekolah, pandangan-pandangan yang memposisikan perempuan sebagai pemicu kesalahan yang dilakukan orang lain (baca:laki-laki)  kerap kali dilontarkan. Fokus seharusnya ada pada tindakan pelaku itu sendiri, namun sering melebar, beraroma gender, dengan menempatkan perempuan sebagai titik sentral mengapa perilaku itu bisa terjadi.</p>
<p>Disini terlihat jelas sekali, perempuan dan tubuhnya ditempatkan sebagai objek seks. Secara simbolis kita dapat melihat suatu hirarki gender, yaitu subjek-objek, menikmati-dinikmati. Apabila kemudian laki-laki tergoda dengan tubuh perempuan karena terlihat menunjukkan lekuk tubuhnya, perempuan tersebut “pantas” mendapat perlakuan tidak senonoh, jadi secara tak logis dan tak rasional kesalahan laki-laki itu dianggap “wajar”.  Paradigma yang secara sadar maupun tidak sadar kita anut, karena telah mengakar dari nilai yang ditanamkan sejak dini. Orang-orang menggunakan rasionalisasi untuk beralasan, dengan demikian, jenis kelamin tertentu (baca:laki-laki) yang konon katanya (bukan saya yang ngomong ya) punya punya ego segudang itu akan merasa terlindungi. Sebuah Trik manipulasi diri sejak zaman baheula, yang sampai sekarang terkadang masih saya atau anda terapkan dalam beragam konteks peristiwa.</p>
<p><em>Dalam <a title="Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi">psikologi</a> dan <a title="Logika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logika">logika</a>, <strong>rasionalisasi</strong> (atau <strong>alasan pembuatan</strong><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasionalisasi_%28membuat_alasan%29#cite_note-0">[1]</a></sup>) adalah mekanisme pertahanan yang dianggap sebagai perilaku yang kontroversial atau perasaan yang dijelaskan secara rasional atau logis untuk menghindari penjelasan yang benar. Sering melibatkan <a title="Hipotesa ad hoc (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesa_ad_hoc&amp;action=edit&amp;redlink=1">hipotesa ad hoc</a>. </em></p>
<p>(<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasionalisasi_%28membuat_alasan%29">http://id.wikipedia.org/wiki/Rasionalisasi_%28membuat_alasan%29</a>)</p>
<p>Sepertinya cukup logis dan rasional melihat dari kacamata Freud!</p>
<p>Sungguh komentar yang naif dan egosentris. Seperti masuk kedalam kerumunan kelas praoperasional. Suatu hari diadakan ulangan, ada seorang murid yang ketahuan mencontek oleh gurunya. Guru bertanya, “Kenapa menyontek?”. Murid tersebut mengatakan, “karena teman sebangku saya juga menyontek”.</p>
<p>SUMBER DATA</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/12/30/lx0mnl-kasus-pemerkosaan-di-ibukota-meningkat">http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/12/30/lx0mnl-kasus-pemerkosaan-di-ibukota-meningkat</a></p>
<p><a href="http://www.beritabatavia.com/berita-8925--4391-wanita-indonesia-jadi-korban-perkosaan-.html">http://www.beritabatavia.com/berita-8925&#8211;4391-wanita-indonesia-jadi-korban-perkosaan-.html</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/category/gender-2nd/'>GENDER 2nd</a> Tagged: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/gender/'>gender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/jender/'>jender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/kasus/'>kasus</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/kekerasan-seksual/'>kekerasan seksual</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/kriminal/'>kriminal</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/paradigma/'>paradigma</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/perempuan/'>perempuan</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/tubuh/'>tubuh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=769&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2012/01/13/kekerasan-seksual-dan-rasionalisasi-laki-laki-berbasis-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEREMPUAN SAYANG PEREMPUAN MALANG</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2011/12/22/perempuan-sayang-perempuan-malang/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2011/12/22/perempuan-sayang-perempuan-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jender]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[            Theme wordpress baru yang bermunculan menggoda saya ingin mencobanya satu-persatu di hari Ibu ini, untuk sedikit menyegarkan tampilan. Selamat &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2011/12/22/perempuan-sayang-perempuan-malang/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=752&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://animusparagnos.files.wordpress.com/2011/12/perempuan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-753" title="perempuan" src="http://animusparagnos.files.wordpress.com/2011/12/perempuan.jpg?w=300&#038;h=211" alt="" width="300" height="211" /></a></p>
<p><em>            Theme</em> wordpress baru yang bermunculan menggoda saya ingin mencobanya satu-persatu di hari Ibu ini, untuk sedikit menyegarkan tampilan. Selamat hari Ibu untuk para ibu. Setidaknya muncul satu hari bahagia yang semoga dapat dirasakan oleh para perempuan khususnya para ibu, setelah hari-hari kemarin dengan berita-berita kelabu yang dialami oleh para Ibu kita disana. Kita tinjau dari berita terakhir 6 desember 2011 lalu (<a href="http://www.okezone.tv/play/20786/index.html">http://www.okezone.tv/play/20786/index.html</a>) di Kerinci, Jambi, Ibu Irma mengajak anak bungsunya bunuh diri, dengan menceburkan diri ke air panas, atau seorang perempuan membunuh seorang anak, dan memutilasi tangan ana tersebut. Saat dalam proses pengejaran, pelaku ditemukan tewas, diduga melakukan bunuh diri dengan menabrakan diri ke kendaraan yang lewat, perempuan itu tidak lain adalah Ibu kandung anak tersebut.</p>
<p>Induk singa saja tidak akan memakan anaknya, begitu rata-rata pendapat masyarakat. Mungkin di dalam benak kita, mereka seperti sosok Elizabeth Bathory, perempuan yang membunuh perawan-perawan desa untuk diambil darahnya dan ia mandi dengan darah tersebut sebagai rahasia dari kecantikannya. Pada kenyataannya Ibu-ibu ini adalah perempuan biasa, tipikal ibu rumah tangga yang harus memutar otak, kira-kira apa yag harus dimasak untuk esok, sama seperti Ibu saya. Namun bayangan pembunuhan yang begitu sadis dan sulit dipercaya, kadang-kadang mengaburkan penilaian kita.</p>
<p>Saya berpikir, apabila kita mencoba melihat dari sudut pandang mereka, kira-kira apa yang mereka rasakan. Sungguh sulit rasanya berada di posisi mereka pada saat itu. Sementara beberapa orang menghakimi dengan gunjingan yang tidak mengenakan. Kita melancong sebentar ke China. Pengambilan sari empedu beruang untuk pengobatan, telah merampas kebebasan hewan-hewan itu, memenjarakan beruang mereka dalam jeruji besi yang sempit dan menyakitkan. Perut beruang dilubangi, lubang tersebut dibiarkan menganga sampai infeksi. Akibat banyak beruang yang bunuh diri karena tindakan manusia yang menyiksa itu, banyak dari mereka bunuh diri. Manusia kemudian memutuskan untuk memakaikan rompi besi, sehingga beruang tidak dapat bunuh diri dengan merobek-robek perutnya. Ada satu kisah pilu, seekor induk beruang menerobos kandangnya, karena perut anaknya akan dilubangi. Induk beruang tersebut berhasil meraih si anak dan mencoba melepas rantai yang mengikat si anak. Karena tidak berhasil, ia memeluk anaknya dan kemudian membunuhnya. Sang Ibu lalu berlari dan membenturkan kepalanya ke tembok, mati seketika. Ia tidak ingin anaknya hidup dalam penderitan yang berkepanjangan(<a href="http://www.dailymail.co.uk/news/article-2025388/China-Tortured-mother-bear-kills-cub-herself.html">http://www.dailymail.co.uk/news/article-2025388/China-Tortured-mother-bear-kills-cub-herself.html</a>).</p>
<p>Bukan kebencian, melainkan jeritan ketidakmampuan dan sikap. Perbuatan yang dilakukan bukan berdasarkan kebencian terhadap anak, tetapi karena mereka begitu mencintai buah hatinya. Apakah perbuatan itu dilakukan tanpa berpikir panjang? Justru karena berpikir panjang dan dihadapkan pada kekhawatiran akan nasib anaknya di kemudian hari, para Ibu itu tidak ingin anaknya menderita jika harus ia tinggalkan, sehingga dengan hati yang hancur mengajak anaknya ikut serta ke alam baka.</p>
<p>Victor Frankl, seorang ahli psikiatri, ia pernah hidup dalam kamp konsentrasi saat tragedi holocaust terjadi. Di kamp kematian itu yang ada hanya penderitaan, kelaparan, depresi , dan aroma kematian. Banyak yang menyerah kemudian mati, tetapi ada yang bertahan. Orang-orang yang bertahan, termasuk Frankl sendiri, melalui hari-hari itu tanpa menyerah, memaknai setiap detik nafas kehidupan untuk menyongsong kebebasan kelak dikemudian hari yang entah mereka tidak tahu kapan itu akan terwujud. Jika di Indonesia, bisa diibaratkan seperti zaman penjajahan dahulu, hidup dengan keterbatasan dan penderitaan. Mungkin terdengar seperti harapan palsu, namun pertahanan yang paling ampuh itulah yang harus dilakukan, yaitu makna hidup dan harapan, sehingga manusia akan memiliki semangat untuk bertana hidup, berpikir panjang dan bersikap dengan orientasi masa depan.</p>
<p>Semoga dengan komitmen pemerintah untuk kesetaraan dan kesejahteraan perempuan dan anak, dilandasi dengan keberpihakan pada perempuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Manusia bukanlah induk singa,</em></p>
<p><em>terkadang tidak selalu tangguh</em></p>
<p><em>Bukan ibu beruang,</em></p>
<p><em>dengan rompi besi keputusasaan yang begitu mendalam</em></p>
<p><em>Bukan juga keledai,</em></p>
<p><em>yang tidak akan jatuh dua kali ke lubang yang sama</em></p>
<p><em>Hebatnya disitulah kelebihan manusia,</em></p>
<p><em>kita akan selalu mengalami keterpurukan</em></p>
<p><em>jatuh ke lubang yang sama berkali-kali,</em></p>
<p><em>Namun kita akan bangkit, selalu bangkit, dan bangkit lagi untuk pulih</em></p>
<p><em>Memiliki harapan dan kekuatan membuka rompi besi keputusasaan</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;"><em>Teruntuk para perempuan, jaga dirimu dan keluargamu. Selamat Hari Ibu.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/category/gender-2nd/'>GENDER 2nd</a> Tagged: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/gender/'>gender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/ibu/'>ibu</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/jender/'>jender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/kesetaraan/'>kesetaraan</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/perempuan/'>perempuan</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/sosial/'>sosial</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/wanita/'>wanita</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=752&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2011/12/22/perempuan-sayang-perempuan-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://animusparagnos.files.wordpress.com/2011/12/perempuan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">perempuan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIRI-BIRI ALPHA FEMALE</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2011/10/14/biri-biri-alpha-female/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2011/10/14/biri-biri-alpha-female/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 10:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[betina]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Dampak pertemuan kemarin dengan sekawanan biri-biri (domba) di jalan, &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2011/10/14/biri-biri-alpha-female/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=732&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img title="Biri-biri" src="http://gambar-lucu.com/userfiles/cache/funny-images/gambar-lucu-domba-unik-gak-ketinggalan-gaya.jpg" alt="" width="450" height="327" /><p class="wp-caption-text">sumber : http://gambar-lucu.com</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak pertemuan kemarin dengan sekawanan biri-biri (domba) di jalan, pikiran saya melayang, menimbulkan kerinduan untuk kembali meninggalkan jejak disini. Melihat pemandangan itu rasanya lucu sekali, dengan acuh tak acuh sekawanan biri-biri yang berjumlah tidak lebih dari 10 ekor itu melangkah cepat beriringan di tepi jalan. Yang menarik perhatian saya, barisan paling depan ditempati seekor biri-biri yang gagah, bulu wol yang cukup lebat, tubuhnya besar, memimpin dengan sikap penuh percaya diri.</p>
<p>Membuat saya mengingat-ingat ucapan ayah saya, ”kambing itu pemimpinnya betina lho, sama seperti gajah.” Kemudian saya bertanya lagi, “pemimpin untuk anak-anaknya saja atau termasuk untuk jantannya?” Menurut jawaban Ayah saya sih, pemimpin untuk anak-anak sekaligus kambing jantan. Whoa, saya jadi ingat lagi tentang postingan saya sebelumnya, <a href="http://http://animusparagnos.wordpress.com/2008/11/12/kepemimpinan-di-tangan-betina-2/" target="_blank">Kepemimpinan Ada di Tangan Betina</a>. Sekedar visualisasi saja, dan ini adalah sekuel ketiga, berupa iseng-iseng singkat. Saat itu memang, saya sedang mengagumi meerkat betina.</p>
<p>Dalam dunia hewan sangatlah tidak asing bila beberapa spesies pimpinannya adalah seekor betina. Beberapa dekade inipun, spesies manusia saya pikir juga mengalami kemajuan, setidaknya tampak secara mental dan fisik, walaupun saya masih mencium paradigma lama yang masih bercokol dengan kuatnya.</p>
<p>Sayangnya biri-biri berbeda dengan kambing, keduanya berasal dari genus yang berlainan, sehingga saya tidak dapat menyimpulkan dengan tepat apakah aturan main gender keduanya juga sama. Yah, setidaknya dari suara mengembiknya yang mirip, mungkin saja masih ada harapan ada kesamaan diantara keduanya, karena pertemuan yang bersifat tiba-tiba dengan si terduga “biri-biri <em>alpha female</em>” pada saat itu, menyebabkan saya tidak sempat berhenti untuk mengecek jenis kelaminnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' />  .</p>
<br />Filed under: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/category/gender-2nd/'>GENDER 2nd</a> Tagged: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/betina/'>betina</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/gender/'>gender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/opini/'>opini</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/perempuan/'>perempuan</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/wanita/'>wanita</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=732&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2011/10/14/biri-biri-alpha-female/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar-lucu.com/userfiles/cache/funny-images/gambar-lucu-domba-unik-gak-ketinggalan-gaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Biri-biri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diproteksi: INSTING KEIBUAN ANTARA WARISAN BIOLOGIS, PEMAKNAAN, DAN SISTEM KENDALI MILIK LAKI-LAKI</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2010/07/20/insting-keibuan-antara-warisan-biologis-pemaknaan-dan-sistem-kendali-milik-laki-laki/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2010/07/20/insting-keibuan-antara-warisan-biologis-pemaknaan-dan-sistem-kendali-milik-laki-laki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 17:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jender]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan gender]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=722</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada ringkasan karena ini adalah tulisan yang dilindungi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=722&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terlindungi oleh kata sandi. Anda harus mengunjungi situs tersebut dan memasukkan kata sandinya untuk melanjutkan membaca.</p>
<br />Filed under: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/category/kesetaraan-untuk-perempuan/'>KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN</a> Tagged: <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/feminisme/'>feminisme</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/gender/'>gender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/ibu/'>ibu</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/jender/'>jender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/kesetaraan-gender/'>kesetaraan gender</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/perempuan/'>perempuan</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/sosial/'>sosial</a>, <a href='http://animusparagnos.wordpress.com/tag/wanita/'>wanita</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=722&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2010/07/20/insting-keibuan-antara-warisan-biologis-pemaknaan-dan-sistem-kendali-milik-laki-laki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN (BUKAN LOWONGAN) DICARI……PROSPECTIVE HUSBAND!!!</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/19/pengumuman-mohon-perhatian-dicari%e2%80%a6%e2%80%a6prospective-husband/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/19/pengumuman-mohon-perhatian-dicari%e2%80%a6%e2%80%a6prospective-husband/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 14:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN]]></category>
		<category><![CDATA[bukan lowongan]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Prospective Husband (baca : Suami ideal &#38; bermasa depan cerah), merupakan tema dari sebuah diskusi dimana pada saat itu kami &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/19/pengumuman-mohon-perhatian-dicari%e2%80%a6%e2%80%a6prospective-husband/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=695&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Prospective Husband</em> (baca : Suami ideal &amp; bermasa depan cerah), merupakan tema dari sebuah diskusi dimana pada saat itu kami diminta melakukan analisis tentang tipe suami yang prospektif ditinjau dari berbagai aspek baik secara materi, romantisme sampai psikologis. Target utamanya tentu saja para perempuan, walaupun dalam <a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2008/07/18/kesempatan-untuk-memilih-fully-functioning-women-2/" target="_blank">kesempatan</a> tersebut ada juga peserta laki-laki. Tapi mengapa harus “prospective husband”? Mengapa yang muncul bukan tema prospective wife, atau prospective girl?</p>
<p>            Tidak bosan-bosannya saya membawa sistem patriarkal, stereotipe, dan segala keyakinan (beliefs) tentang <em>perempuan, </em>dan antek-anteknya itu berkali-kali harus duduk di kursi terdakwa sebagai biang keladi. Ya, para tertuduh itu menciptakan image perempuan yang tidak cukup prospektif dibandingkan dengan kaum lelaki. Dengan pencitraan perempuan sebagai sosok lembut, lemah, bukan dominator, membutuhkan <em>guardian</em> yang mampu menawarkan segala sumber untuk menjamin kebahagiaan perempuan. Seolah-olah menciptakan kesan tanpanya, si perempuan tidak mampu berpijak seorang diri menantang dunia.</p>
<p>            Ya, buntut-buntutnya menyinggung faktor ekonomi, ketika perempuan dipandang sebagai mahluk yang berorientasi terhadap duit, dan itu menjadi lelucon yang membuat seisi kelas tertawa.  Mengingatkanku saat menjadi <em>volunteer</em> untuk mengisi pertanyaan sebuah kuesioner, “<em>Apakah calon suami anda harus memiliki deposito</em>?”</p>
<p align="right"> </p>
<p align="right">Tertanda</p>
<p align="right"><em>Unprospective Woman</em></p>
<br />Posted in GENDER 2nd, KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN Tagged: bukan lowongan, gender, keluarga, perempuan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/695/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=695&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/19/pengumuman-mohon-perhatian-dicari%e2%80%a6%e2%80%a6prospective-husband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESETARAAN GENDER MENCARI KESEIMBANGAN DALAM KEYAKINAN</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/15/kesetaraan-gender-mencari-keseimbangan-dalam-keyakinan/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/15/kesetaraan-gender-mencari-keseimbangan-dalam-keyakinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[UU APP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Kemunculan Peraturan Daerah (perda) pada beberapa wilayah di tanah air dan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (UU APP) menjadi perhatian &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/15/kesetaraan-gender-mencari-keseimbangan-dalam-keyakinan/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=693&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemunculan Peraturan Daerah (perda) pada beberapa wilayah di tanah air dan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (UU APP) menjadi perhatian masyarakat akibat pertentangan antara isi dan yang membuahkan pro kontra. Ketika pihak yang pro menyatakan UU ini sebagai perlindungan terhadap perempuan, sementara si kontra menyatakan UU APP dan sejenisnya justru menempatkan perempuan sebagai “terdakwa”. Bila dianalogikan, perempuan seakan-akan adalah barang di etalase berjalan, dengan “mereka” (laki-laki) sebagai pembeli yang berkuasa untuk memiliki barang itu. Barang yang membuat mereka menjadi bernafsu untuk memiliki, sehingga untuk menghindari tatapan ngiler mereka, barang ini harus ditutupi demi menjaga nafsu mereka. Kemudian siapa yang akan mempertanyakan “mereka”? Apakah tidak seharusnya bukan saja kepala tapi otak juga dipasangkan topi agar nafsu itu tidak muncul? Mana yang lebih masuk akal? Aku bukan penggemar bikini, tank top, maupun rokmini, tetapi sepertinya aku harus memasukkan diriku kedalam karung goni dan berjalan dengan melompat-lompat, itung-itung berlatih sebagai bakal pocong agar orang-orang itu berhenti menggangguku karena aku <em>objek</em> yang mereka sebut <em>perempuan</em>.       </p>
<p>Masih menjadi perdebatan yang menarik karena kontroversi yang tidak pernah usai, yaitu mengenai <em>poligami</em>. Pihak-pihak yang saling berseberangan memberikan argumen masing-masing demi mempertahankan kebenaran yang diyakininya. Tuduhan macam-macam terhadap kesetaraan gender kerap dilayangkan sebagai pihak yang menolak poligami. Bukan saja dianggap sebagai paham kaum barat yang menyebarkan hasutan kesetaraan, namun kami juga dianggap sebagai kaum murtad yang mengingkari agama. Bahkan sempat pula pada suatu mimbar dengan tema menanggapi fenomena poligami, seorang perempuan berkata bahwa lebih baik seorang perempuan menjadi istri kedua daripada menjadi lajang seumur hidupnya. Sedangkan lainnya berpendapat daripada berselingkuh lebih baik diikat saja sekalian dengan hubungan yang sah melalui poligami, sehingga halal di mata Tuhan. Ironis, poligami sebagai pembenaran dan pengesahan atas perselingkuhan dan predikat sebagai lajang dianggap sebagai aib perempuan. Bagaimana dengan keberadaan aturan tentang poligami itu? Memang ada, tetapi bagaimana tentang keberadaan penafsiran aturan itu? Zaman yang telah berubah, maka aturan itu ikut berubah, alasan kemanusiaan bukan menjadi justifikasi akan tindakan ber-poli-poli itu. Saat seseorang memilih untuk melakukan poligami, maka esensi cinta dan ikatan pernikahan itu perlu dipertanyakan kembali. Tidak benar anggapan tentang kesetaraan adalah bila jika laki-laki mampu berpoligami, maka perempuan juga harus bisa poliandri., karena esensi hubungan itu adalah kesetiaan dan kesetiaan tidak bisa dibagi seperti matematika, dan akan lebih indah bila dicapai dengan jembatan monogami.</p>
<p>Siang itu anak-anak belasan tahun memperoleh bahan pembicaraan baru, terilhami oleh pelajaran agama yang membahas tentang datang bulan A.K.A haid A.K.A <em>menstruasi</em>. Bukan hal baru  tapi masih terasa aneh untuk membicarakan urusan yang begitu pribadi. Sampailah pada perdebatan tentang helaian rambut yang jatuh saat sedang menstruasi. Katanya helaian rambut yang jatuh saat menyisir maupun memotong rambut kalau lagi “kedatangan tamu” itu dosa dan tiap-tiap helai rambut akan berubah menjadi api yang siap membakar pemiliknya.</p>
<p>Belakangan akhirnya aku tahu bahwa pendapat semacam itu berasal dari mazhab yang tidak jelas, tidak berdasar walaupun tetap saja masih menimbulkan pro kontra di kalangan para ulama maupun orang-orang yang lebih agamais disekitarku karena penafsiran setiap otak yang berbeda dengan mengandalkan nalar dan logika.  Dan aku diantara mereka itu hanya bertanya dalam hati, apakah sebenarnya salah helai-helai rambutku.</p>
<p>Jika setiap helai rambut yang terjatuh itu menjadi api yang bisa membakarku kelak, jangankan hanya sehelai rambut yang jatuh, tercipta sebagai seorang <em>perempuan</em> pun itu sudah merupakan dosa.</p>
<p>                    </p>
<p align="center"><em>“Tiada keraguan atas agama dan kitabku, hanya buah otak  mereka  yang membuatku ragu”</em></p>
<p><em>                                 Saat kebenaran itu menjadi absurd</em></p>
<br />Posted in GENDER 2nd, KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN Tagged: gender, menstruasi, perempuan, poligami, sosial, UU APP <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/693/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=693&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/05/15/kesetaraan-gender-mencari-keseimbangan-dalam-keyakinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EMANSIPASI UNTUK KARTONO DALAM MOMEN KARTINI</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/23/678/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/23/678/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 15:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/23/emansipasi-untuk-kartono-dalam-momen-kartini/</guid>
		<description><![CDATA[Waktu untuk memakai kebaya seperti nenek-nenek kita atau perempuan-perempuan zaman baheula, karnaval murid-murid TK berkeliling sambil melambaikan tangan, cuma sayangnya &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/23/678/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=678&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu untuk memakai kebaya seperti nenek-nenek kita atau perempuan-perempuan zaman baheula, karnaval murid-murid TK berkeliling sambil melambaikan tangan, cuma sayangnya bertepatan dengan jadwal UNAS yang sedang tegang-tegangnya. Tepatnya pada 21 April, momentum spesial bagi bangsa Indonesia apalagi untuk kaum perempuan Indonesia baru saja merayakan hari emansipasinya, hari Kartini. Kartini, perempuan Indonesia, berdiri diantara keangkuhan kolonialisme, berada dalam himpitan tembok keningratan, berjuang dengan diri dan tradisi untuk menggapai impian perempuan yang termarginalkan dari dunia publik sebagai dunia laki-laki.</p>
<p>Dari masa ke masa, impian Kartini untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi dan bisa ikut berpartisipasi dalam ranah publik, tampaknya bukan lagi menjadi bunga tidur yang sulit untuk direalisasikan. Guru, pengemudi busway, tukang ojek, polisi, sampai presiden bisa dilakukan oleh perempuan masa kini, walaupun kita tidak bisa sepenuhnya mengatakan sebagai kemajuan karena rantai patriarki sebenarnya telah menemukan model baru, tetaplah pencapaian para perempuan itu bisa kita sebut sebagai emansipasi. Namun apakah emansipasi hanya milik kaum perempuan? Bila perempuan punya Kartini, apakah laki-laki punya Kartono?</p>
<p>Mungkin laki-laki tidak memerlukan sosok Kartono, sebab tanpa seorang Kartono pun mereka sudah dibanggakan sebagai sosok superior, setidaknya itulah harapan masyarakat. Entah apa laki-laki sendiri menginginkan emansipasi seperti perempuan untuk kemudian banting setir masuk dapur. Yang jelas, salah satu Kartono yang kukenal, setiap hari minggu dulu selalu memasak nasi goreng untuk kami, memberi aku mainan mobil-mobilan, tidak malu mencuci baju anak dan istrinya, mem-blender juice tomat untuk aku dan Ibu, bahkan akhir-akhir ini yang kulihat adalah mencuci piring makannya sendiri.</p>
<p>Emansipasi yang tidak hanya dinikmati oleh kaum perempuan (^_^)!?! Atau barangkali sebagian orang menganggapnya sebagai sebuah ketidakpantasan atas nama maskulinitas, laki-laki itu pemimpin, gengsi lah kalau laki-laki masuk dapur mengerjakan “kewajiban perempuan”.</p>
<p>Satu hal yang harus aku ucapkan, Selamat hari Kartini dan Kartono.</p>
<p>Satu hal yang harus aku lakukan, aku harus segera mencuci piring makanku……! (Apa kata Kartono nanti)</p>
<p style="text-align:right;">-Animusparagnos-</p>
<br />Posted in GENDER 2nd, KESETARAAN UNTUK PEREMPUAN Tagged: budaya, emansipasi, gender, kartini, perempuan, sosial <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/678/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=678&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/23/678/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUBERTAS &amp; MENARCHE, AWAL RAHIM SEORANG PEREMPUAN MENJADI MILIK DINASTI PATRIARKI</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/20/pubertas-menarche-awal-rahim-seorang-perempuan-menjadi-milik-dinasti-patriarki/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/20/pubertas-menarche-awal-rahim-seorang-perempuan-menjadi-milik-dinasti-patriarki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 21:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[patriarki]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Para remaja, baik itu perempuan maupun laki-laki keduanya tentu akan melalui fase pubertas, yaitu perubahan-perubahan pada tubuh dan hormonal sebagai &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/20/pubertas-menarche-awal-rahim-seorang-perempuan-menjadi-milik-dinasti-patriarki/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=670&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Para remaja, baik itu perempuan maupun laki-laki keduanya tentu akan melalui fase pubertas, yaitu perubahan-perubahan pada tubuh dan hormonal sebagai tanda kematangan fisik. Khusus bagi para remaja perempuan, pada saatnya ia akan mengalami menarche atau menstruasi pertama. Menstruasi merupakan tanda kesiapan biologis seorang perempuan menjalani fungsi kewanitaannya (Kartono, 2006). Peristiwa yang dipahami masyarakat sebagai tanda seorang gadis memasuki alam kedewasaan, yaitu alam “wanita”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><em>Hari itu datang lagi, hari yang mau tak mau kunanti. Rahimku terasa dicekik oleh seluruh otot tubuhku sendiri. Rasa sakit itu mendekap, seolah menyayat-nyayat tiap lekuk organ dalamku, nyeri yang membuatku jadi orang tuli yang penuh dengan amarah. Kemudian pelan-pelan serasa mengalir menyusuri lambung, dada, dan kerongkonganku, tercekat oleh rasa mual, dan pyuh&#8230;, sementara mulutku tidak mampu menghentikan laju sisa-sisa gumpalan-gumpalan bahan organik yang masuk ke lambungku!</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">“Eh, nggak boleh loh minum obat pereda nyeri haid, nanti bisa bikin rahim kering. Kamu minum berapa kali sehari? Ha.., 3 kali sehari? Nggak usah pake obat, jamu aja, itu loh kunyit asem.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Terhitung 98.755 orang berkata hal yang sama (sebenarnya nggak pernah itung-itungan sih, sekedar prediksi yang hiperbolis, tapi siapa yang peduli? Sama dengan siapa yang peduli dengan sakit itu, karena mereka lebih peduli dengan keselamatan si rahim). Ada benarnya ramuan herbal lebih aman dari racikan bahan-bahan kimia, tapi tahukah ia kalau jamu-jamu tetek bengek itu sudah tidak mempan untuk tubuhku, lagipula om dokter sudah bilang kok kalau sakit itu akan berangsur-angsur hilang dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Mengenaskan saat takdir menjadi pesakitan itu serasa menjadi konsekuensi. Seolah-olah perempuan adalah ternak yang bertugas membudidayakan gen-gen penerus ideologi konservatif itu, dengan <a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2008/08/22/benarkah-melahirkan-adalah-sebuah-kesempurnaan-bagi-perempuan/" target="_blank">rahim sebagai mesin reproduksi </a>untuk dijaga agar tidak aus walaupun harus menjadi pesakitan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Aku perempuan, empu dari rahim ini, organ yang hidup didalamku, bukan aku yang hidup didalamnya. Saat sebagian perempuan memilih untuk bertahan dan mentertawakan rasa sakit itu (mereka ini orang yang kuat, salut untuk perempuan-perempuan itu), dan saat sebagian kaum laki-laki (kaum yang tidak pernah merasakan sakit itu) merasa iri karena menganganggap menstruasi adalah ajang untuk membolos, santai di rumah, Aku hanya bertanya bagaimana bisa berhenti menjadi pesakitan? Titik!!! Karena menarche dan pubertas 10 tahun yang lalu bukan takdir yang menjadikan aku “wanita” dan pasarah untuk dicekoki doktrin keibuan dan patriarki. Tidak berhak-kah aku menolak menjadi seorang masokis yang demi mempertahankan alat patriarki dan konsekuensi sebagai “wanita” itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Aku tidak bermaksud mengingkari takdir dan anugerah karena berkelamin perempuan ataupun klaim atas kondisi biologi sebagai penyebab dari opresi terhadap kaum perempuan, tetapi bagaimana memaknai tubuh dan pikiran perempuan sebagai SUBJEK.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Karena tubuhnya adalah miliknya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">dan rahimnya adalah rahimnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bukan konsekuensinya, melainkan keistimewaannya</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Bukan keharusannya, melainkan haknya</span></p>
<br />Posted in GENDER 2nd Tagged: budaya, gender, kesetaraan, menstruasi, patriarki, perempuan, sosial <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/670/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=670&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/04/20/pubertas-menarche-awal-rahim-seorang-perempuan-menjadi-milik-dinasti-patriarki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKALI LAGI, MARTIR ITU ADALAH PEREMPUAN</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/03/02/sekali-lagi-martir-itu-adalah-perempuan/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/03/02/sekali-lagi-martir-itu-adalah-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 10:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[16 Februari 2009, di sebuah surat kabar, diberitakan seorang balita dinyatakan positif terinfeksi HIV. Rupanya Ibu dan Ayahnya juga telah &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2009/03/02/sekali-lagi-martir-itu-adalah-perempuan/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=570&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">16 Februari 2009, di sebuah surat kabar, diberitakan seorang balita dinyatakan positif terinfeksi HIV. Rupanya Ibu dan Ayahnya juga telah terinfeksi virus tersebut sebelumnya. Si Ibu tertular dari Ayah yang kemudian menularkan kepada balita berusia 11 bulan itu. Pada survey yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sampai pada tahun 2009, jumlah pengidap HIV/AIDS semakin melambung. Pada tahun 2008 dari data statistik didapati sekitar 16.110 orang penderita, sedangkan tahun 2007 lalu ada 11.141 orang, menunjukkan dalam kurun waktu satu tahun meningkat sebanyak 4969 orang penderita. Yang baru adalah angka penularan oleh Ibu ke anak semakin tingg. Menurut Nafsiah Mboi, sekretaris KPA, fenomena ini menggambarkan suami yang melakukan seks di luar pernikahan telah menularkan virus ini kepada istrinya dan akhirnya berdampak pada penularan terhadap anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Disini bentuk internalisasi pengabdian perempuan untuk <em>keluarga</em>nya, sebagai pemenuhan ekspektasi masyarakat atas sosok Istri dan Ibu yang baik. Perempuan diharapkan menjadi pengikut yang baik yang bersikap <em>nrimo</em>, sebab swargo manut, nraka katut. Maka norma itu kemudian dipahami dengan semena-mena oleh laki-laki, yang berujung pada perilaku infidel (ketidaksetiaan), dengan berpaling mencari pemenuhan kebutuhan biologis pada perempuan lain. Tetapi lagi-lagi image negatif seringkali dialamatkan pada perempuan, sebagaimana kasus KDRT dengan perempuan sebagai korban dengan angka yang tinggi. Kok mau diselingkuhi? Kok mau dipukuli? Salah sendiri, nggak bisa jaga suami! Lebih ringan justru stigma yang melekat pada laki-laki, seolah menjadi pembenaran atas tindakan yang sewenang-wenang, adalah sudah menjadi rahasia umum, wajar bila laki-laki berperilaku sedikit “nakal”, namanya juga laki-laki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dan inikah buah kesetiaan seorang istri, menjadi martir untuk suaminya? </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Jangan sampai institusi pernikahan menjadi <em>martyrdom</em> (pengorbanan total) bagi <em>perempuan</em> maupun pihak manapun. Institusi pernikahan seharusnya mampu menjadi pengikat keharmonisan istri dan suami, disitulah setiap individu harus mampu memaknai sebuah kesetiaan yang berlandaskan kesetaraan.</span></p>
<br />Posted in GENDER 2nd Tagged: AIDS, gender, keluarga, perempuan, sosial <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=570&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/03/02/sekali-lagi-martir-itu-adalah-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAAT KEPAHLAWANAN KARTINI DIGUGAT</title>
		<link>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/02/22/saat-kepahlawanan-kartini-digugat/</link>
		<comments>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/02/22/saat-kepahlawanan-kartini-digugat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 18:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Animusparagnos</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENDER 2nd]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan gender]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://animusparagnos.wordpress.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Kartini yang telah lama dinobatkan sebagai pahlawan, menuai “rasan-rasan” sampai protes keras dari sebagian orang, beberapa diantaranya malah perempuan. &#8230;<p><a href="http://animusparagnos.wordpress.com/2009/02/22/saat-kepahlawanan-kartini-digugat/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=556&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Kartini yang telah lama dinobatkan sebagai pahlawan, menuai “rasan-rasan” sampai protes keras dari sebagian orang, beberapa diantaranya malah perempuan. Kartini dianggap sebagai pahlawan kesiangan yang tidak layak dikagumi karena perjuangannya dianggap bukan demi kemanusiaan namun hanya demi kepentingannya sendiri karena pasungan tradisi dan budaya patriarki kebangsawanan. Apalagi kemudian Kartini memutuskan untuk menerima aturan dan tradisi yang dibebankan padanya, bersedia menuruti adat bangsawan Jawa sampai mau menikah dengan bupati Rembang yang dijodohkan kepadanya. Keputusannya itu membuat ia harus melepaskan impian untuk menimba ilmu di negeri Belanda dan menjadi perempuan intelektual yang bebas. Pilihan perempuan ini, yang diartikan sebagai kepasrahan, membuat beberapa orang kini semakin meragukan kontribusinya untuk perempuan dan masyarakat, sehingga ia kemudian harus rela dibanding-bandingkan dengan para pahlawan perempuan lain, serta 21 April yang menjadi hari kebesaran untuknya dan para perempuan Indonesia dianggap tidak layak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Kartini yang terlahir sebagai putri kaum borjuis Jawa, sebenarnya sama dengan perempuan kebanyakan lain pada masa itu. Perbedaan kelas sosial dan ekonomi memang menjadi salah satu indikasi bahwa <em>diskriminasi</em> atau perlakuan gender yang diterima bisa berlainan antara satu orang dengan yang lain, tetapi tidak signifikan. Budaya patriarki tradisional dalam kehidupan masyarakat Jawa pada zaman dahulu masih sangat terasa dan diagungkan oleh masyarakat. Perempuan berperan sebagai <em>konco wingking</em> suami yang setia melayani suami sebagaimana suami adalah seorang tuan, otomatis membatasi perempuan dalam setiap segi kehidupan dengan meletakkan perempuan pada posisi kelas dibawah laki-laki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Hasrat dan semangat Kartini menjadi inspirasi yang memotivasi kaum perempuan bahwa mereka bukan warga kelas dua, dan sebagaimana kaum laki-laki, perempuan berhak mendapatkan kesetaraan atas pemikiran dan tindakannya. Banyak perempuan yang merasakan opresi itu, namun hanya segelintir yang berani bersuara dan menggugatnya, dikarenakan ketidakpahaman maupun rasa takut. Bila kemudian Kartini memilih untuk mengubur impiannya dan menuruti tradisi, maka itu adalah pilihannya. Pilihan yang dianggap sebagian orang ironis, menimbulkan sinisme, dan dianggap suatu ketidakpantasan baginya menyandang gelar pahlawan <em>emansipasi</em>. Pilihan itu memang bukan konsistensinya, pilihan itu tidak menunjukkan kegarangannya, tetapi pilihan itu mampu ditoleransi dan dimaknai olehnya maka itu adalah eksistensinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan dari kesetaraan gender sebenarnya adalah bagaimana perempuan dapat mencapai eksistensinya melalui kebebasan berpikir, membuat keputusan, dan merasa nyaman dengan diri dan pilihannya, bukan menentukan atau mengharuskan perempuan menjadi figur si A, si B.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Proses yang dijalaninya untuk melepaskan belenggu sistem dan praktik gender telah lebih dari cukup menjadi bukti sebagai kontribusi atas wacana kesetaraan gender, berikut sistem dan praktik pada masa itu, sehingga mampu menjadi pelajaran berharga pada periode selanjutnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Seseorang tidak perlu harus maju ke medan perang untuk bisa disebut pahlawan. Dan Kartini tidak pernah melakukannya, tidak pernah pula meminta dianugerahi gelar pahlawan, ia bahkan tidak pernah mengira ada momen-momen dalam hidupnya yang menjadikannya kelak sebagai pahlawan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Teruntuk mereka yang merasa 21 April bukan hari spesialnya, dan Kartini tidak dapat menjadi pahlawannya, paling tidak setiap perempuan harus mampu merasa dan menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri, coz hero lies in you.</span></p>
<br />Posted in GENDER 2nd Tagged: emansipasi, gender, kartini, kesetaraan gender, perempuan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/animusparagnos.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/animusparagnos.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=animusparagnos.wordpress.com&amp;blog=3603164&amp;post=556&amp;subd=animusparagnos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://animusparagnos.wordpress.com/2009/02/22/saat-kepahlawanan-kartini-digugat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f23c5c8c3e1e5a23abc1c773e1bb2bde?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Animusparagnos</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
