Jaringan terorisme yang saat ini sedang marak melakukan aksinya di Indonesia seringkali disangkutpautkan dengan Jamaah Islamiyah (JI). Seperti yang baru-baru ini terjadi di Palembang ketika kelompok tersebut digrebek oleh aparat. Namun benarkah Jamaah Islamiyah (JI) sebagai pihak dibalik layar, ataukah ada kelompok-kelompok lain yang dibentuk berdasarkan fanatisme kelompok-kelompok tertentu.
Bagaimanakah bila sebenarnya nama JI, atau kelompok-kelompok fanatik lain hanya dijadikan kambing hitam untuk gerakan-gerakan terorisme di Indonesia? Lalu siapa pihak yang sangat layak yang dapat dijadikan tersangka dalam kasus ini?
Jawabannya adalah negara lain yang menginginkan kehancuran Indonesia, ingin mengambil alih kekuasaan Indonesia.
Gerakan-gerakan terorisme tersebut tidak lain adalah suatu bentuk konspirasi untuk mengacaukan stabilitas nasional, dan memecah belah bangsa Indonesia. Hanya saja mereka menggunakan dalih agama dan kelompok fanatik sebagai kamuflase dalam melakukan usaha-usaha terorisme. Sedangkan negara-negara di balik layar yang menjadi otak gerakan ini berlagak sok suci, bahkan malahan melancarkan tuduhan kepada Indonesia sebagai sarang teroris.
Ironisnya gerakan teroris tersebut melakukan rekrutmen dan doktrinasi kepada orang Indonesia sendiri. Mereka berusaha membangun pasukan yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Saudara-saudara kita tersebut diyakinkan bahwa mereka terlibat dalam suatu jihad membela agama, yang sebenarnya tidak lain adalah suatu kebohongan, dan mereka dimanfaatkan dalam melancarkan usaha mengambil alih Indonesia melalui cara yang licik, yaitu politik adu domba, dan sesama saudara, bangsa Indonesia diadu satu sama lain dibawah payung terorisme.
Sebut saja Dr. Azahari, Noordin Mohammed Top, Askar Wataniah (sebuah kelompok yang merekrut orang-orang Indonesia), dan baru-baru ini Taslim, yang dengan nyata-nyata berusaha menghancurkan Indonesia. Rasanya bukan sebuah kebetulan jika nama-nama tersebut memiliki karakteristik yang sama, dan seolah-olah ada benang merah yang menghubungkan semua kejadian yang sedang terjadi saat ini.
“Indonesia akan selalu memiliki pendukung setianya untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia”

SELAMATKAN INDONESIA





