Tag

, ,

Makna kesetaraan pada dasarnya adalah subjektif, setiap kepala bisa memiliki isi yang berbeda. Seorang mengatakan persamaan, seorang mengatakan kesejajaran, seorang lagi menyerukan keseimbangan, dan sebagainya.

Ingin dikatakan persamaan, namun ada benturan fisiologis, bilamana laki-laki tumbuh jakun-nya, maka perempuan sibuk dengan siklus menstruasinya. Di sisi lain muncul pendapat tentang kromosom perempuan dan laki-laki yang ternyata tidak jauh berbeda. Protes kemudian muncul, perempuan diserukan sebagai mahluk yang tetap tidak mampu menjadi peronda malam, sebab dikatakan bila perempuan memang menginginkan kesetaraan, ia juga harus menerima kewajiban yang sama, bukan mendapatkan keistimewaan. Siapa juga kemudian yang harus melaksanakan tugas reproduksi meneruskan regenerasi “omnipotent” maupun “envy” berikutnya :-? .

Lalu muncul ide, berbeda tapi sejajar. Perempuan dan laki-laki memang berbeda, namun kedudukannya sejajar. Masing-masing dikatakan bisa berperan optimal dalam ranahnya sendiri, sebab ada suatu garis yang terlampau sulit untuk dilalui keduanya. Tetapi untuk menjadi manusia yang berfungsi sepenuhnya terkadang membutuhkan sikap rebel, ketika eksistensinya menuntut untuk melalui garis itu.

Kesejajaran adalah mutlak dan bila ada kesamaan yang mampu dipersamakan maka itu bisa menjadi persamaan (Animusparagnos)

About these ads